Kamis(5/8), pada hari kedua ospek fakultas , kampus biru FMIPA mengadakan acara Kapita Selekta. Acara yang wajib diikuti untuk maba ini dibagi menjadi 4 kelompok keahlian. Antara lain enterpreneur, jurnalistik, polkam dan penelitian. Masing divisi membawa penugasan, mengenakan dress code dan mendapatkan materi yang berbeda.
Ines Agusta, tim SDP FMIPA menegaskan bahwa tema besar kapita selekta FMIPA masih berhubungan dengan tema besar Ospek, yaitu memuat kata profetik. Hal ini mengingat bahwa kapita selekta masih dalam serangkaian acara OSPEK.
Agusta Arif Triutama, koordinator tim jurnalistik menjelaskan bahwa tema yang diambil ini adalah “ mencetak generasi jurnalis profetik”. Tim jurnalistik menghadirkan 2 pembicara, yaitu Hendra Sugiantoro dan A Zen yang banyak berbicara tentang peran pers dan gambaran dasar tentang kejurnalistikan. Polkam pun tak mau kalah, dengan menyuguhkan isu tentang lingkungan, tim ini menghadirkan 2 pembicara di sesi pertama. Yaitu Asnan (Menteri Sospol BEM Rema) dan Azwan (ketua BEM FISE). Lalu acara dilanjutkan dengan simulasi aksi di depan dekanat. Aksi yang mengangkat isu konversi minyak tanah ke gas ini diikuti secara antusias oleh maba FMIPA. Berbekal kertas samson dan cat asturo khas aksi, mereka meneriakkan pendapatnya masing – masing.
Bertempat di Ruang seminar B, tim enterpreneur hadir dengan tema “ Be A Succes Enterpreneur”. Nila Widiati selaku koordinator menjelaskan bahwa timnya mengundang 2 pembicara, yaitu Arna Asna Annisa, yang berasal dari MOSEF dan Bapak Ardiansyah. Mereka banyak berbicara tentang bisnis dan enterpreneur sampai dengan marketing plan dan analisis pasar. Selanjutnya, kelompok penelitian yang bertempat di 103 mengambil tema “Optimalisasi diri dengan pendidikan profetik melalui penelitian melalui intelektual mipa yang bernurani cendikia dan mandiri. Adapun muatan materi yang di suguhkan adalah motivasi yang berkaitan dengan penelitian; worldview yang ditekankan pada intelektual profetik, kritis, inovatif dan solutif.
Rencananya acara ini akan berlanjut melalui program SDP (Student Development Program), yang tentunya akan didukung oleh BEM, Hima dan ormawa lainnya. Dengan tema besar yang memuat kata profetik, diharapkan kapita selekta dan rangkaian follow upnya dapat mencetak seorang jurnalis, peneliti, enterpreneur, aktivis serta seorang pengkritisi yang mempunyai jiwa profetik. [Wahyu]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar