Selasa, 17 Agustus 2010

headline--OSPEK “BARIS-BERBARIS” DI FIK Oleh Ika Feni S.

Hari ke-4 OSPEK, OSPEK di masing-masing fakultas. Masing-masing memiliki agenda tersendiri dalam rangkaian OSPEK tersebut. Agenda tersebut ditujukan kepada maba agar lebih mengenal lingkungan barunya. Masing-masing fakultas memiliki agenda khas. Kegiatan OSPEK FIK yang berbeda dengan kegiatan di fakultas lain adalah PBB. Kegiatan baris-berbaris ini merupakan kegiatan OSPEK yg diadakan setiap tahun oleh FIK. Seperti biasanya pula, kegiatan PBB kali ini bekerjasama dengan Resimen Mahasiswa (menwa) UNY.
Agenda OSPEK ini bertujuan utk membentuk karakter mahasiswa baru. Walau hanya satu jam, dalam PBB juga melatih kedisiplinan dan kejujuran. Seperti apa yg dikatakan Pembantu Dekan I, Drs. Rumpis Agus S, M.S "Kegiatan ini bisa membentuk kepribadian maba, terutama kedisiplinan". Kegiatan yg dilakukan di siang hari ini juga bisa melatih fisik mahasiswa baru,tambah Pak Rumpis.
Kegiatan PBB yang dilakukan di FIK memang tidak ketat. Sehingga banyak maba yg tidak serius. "Maba terlihat masih kekanak-kanakan dan cenderung menganggap ini bermain", ujar Fajri, komandan Menwa yang ditemui selesai kegiatan.
Kegiatan PBB yg dilakukan adalah gerakan dasar, seperti hormat dan jalan ditempat. Hal ini juga sebagai pembekalan kepada calon pendidik olahraga yang setidaknya tahu tentang baris-berbaris. KegiatanOSPEK hari kemarin di FIK dikatakan Ketua BEM FIK mendapat dukungan luar biasa dari fakultas. “Panitia dan maba sangat menikmati Ospek dan merasa nyaman karena koordinasi antara panitia dan maba bagus serta dukungan dari fakultas luar biasa”, ujar Dwi Apriyanto, Ketua BEM FIK.
Berbeda dengan FIK, di FMIPA maba diajak berdiskusi terkait pentingnya keilmuan dari jurusan yang mereka ambil. Hal ini terlihat dari agenda Diskusi Sains yang digelar oleh Fakultas MIPA yang bernuansa kampus biru. Selain itu di MIPA juga diselenggarakan agenda kapita selekta yang terdiri dari 4 macam bidang. Bidang kapita selekta tersebut adalah bidang jurnalistik, entrepreneur, penelitian, dan polkam. Maba MIPA diharuskan memilih satu di antara keempat bidang kapita selekta untuk diikuti. Acara kapita selekta diisi dengan penyampaian materi oleh masing-masing pembicara yang telah handal di bidang tersebut.
Berbeda dengan FMIPA, FIP hari ini mengadakan Ospek Jurusan. Ospek Fakultas FIP diadakan pada hari Rabu dan Jum’at. Hari ini, masing-masing jurusan memperkenalkan segala hal yang terkait dengan jurusannya. Mulai dari pengenalan birokrat dan ormawa serta lingkungan kampus. Agenda pengenalan ini dilakukan dengan mengelilingi seisi kampus. Seperti fakultas MIPA yang mengusung agenda kegiatan ini dengan memberi nama MIPA on the road.
Chitta Fadilla, ketua Ospek jurusan PG PAUD sengaja mengangkat tema ospek, “Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Local untuk Membentuk Calon Guru PAUD yang Berilmu dan Cerdas.” Sebenarnya dasar pemikiran mengangkat tema kearifan local, didasarkan atas saran dosen PG PAUD, Pak Joko Pamungkas M.Pd
“Kearifan lokal seperti permainan tradisional lebih banyak mengandung nilai yang bisa dikembangkan dibanding permainan modern,” ujar Chitta.
Meskipun mengangkat tema kearifan local, jurusan PG PAUD tidak melupakan istilah profetik yang menjadi tema besar OSPEK satu universitas. Jurusan PG PAUD masih menanamkan nilai profetik yang merupakan tema ospek universitas. Mereka memutar sebuah film tentang nabi Yusuf dan membahas sifat-sifat profetik di dalamnya.
Hampir sama dengan PG PAUD, jurusan lain di FIP PPB-BK juga melakukan ramah tamah dengan kajurdik mereka, Sugihartono, M.Pd., pengenalan dengan Himpunan Mahasiswa dan IMABKIN (ikatan mahasiswa BK se-Indonesia) oleh Ketua Hima BK Galang Adi Prawira. Maba jurusan PPB-BK pun diajak berkeliling menjajaki tempat-tempat yang nantinya akan digunakan untuk keperluan kuliah seperti Perpustakaan Fakultas, Lab BK, UPBK (Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling), Museum Pendidikan serta Rektorat dan Perpustakaan Universitas.
Di sisi lain, OSPEK FBS digelar dengan menampilkan rangkaian agenda. Rangkaian agenda tersebut di antaranya display ormawa FBS, FBS inside, reigius input, kapita selekta, dan diakhiri dengan membatik with love. Display ormawa FBS menampilkan 5 UKMF, yakni UKMF KM Alhuda, UKMF penelitian Limlarts, DPM, BEM FBS, dan LPPM Kreativa.
UKMF KM Alhuda menampilkan Josyid sebagai persembahan pertama FBS, dengan diikuti perkenalan Alhuda yang disampaikan oleh Mas’ul Alhuda, David Heri Priambodo. Ia mengatakan bahwa kita adalah mahasiswa di kampus budaya sekaligus sebagai umat muslim maka kita menyebut diri kita muslim budayawan.
“Peradaban inspiratif hanya dibangun oleh para generasi yang inspiratif dan berkarakter profetik”, ujarnya bersemangat. Melalui profetik, sebuah peradaban dapat dibangun. []

IKA FENI S.
(Isti Hardiyanti, Vico L. Ipmawan, Ferlynda Putri, Nurlaelah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar