Dengan mengangkat tema Pendidikan Profetik, Ospek mengarahkan mahasiswa pada jati diri yang berbeda dari sebelumnya. Seperti Ahmad Bachtiar Faqihuddin, ketua Panitia OSPEK FISE yang menetapkan “Internalisasi Pendidikan Profetik Melalui Kampus Inspiratif UNtuk Membentuk Mahasiswa Yang Bernurani, Intelektual, dan Kontributif.” Menurut beliau nilai pendidikan profetik terdiri dari empat pilar utama, yaitu transendensi (keimanan kepada Tu¬han), humanisasi (memanusiakan manusia), transformasi (mentransfer nilai ketuhanan ke lingkungan), dan liberasi (pembebasan dari kesewenang-wenangan).
Hal senada juga dituturkan oleh ketua panitia OSPEK MIPA, Rezkia Lukman, yang menetapkan tema “Internalisasi pendidikan profetik menuju intelektual FMIPA yang bernurani, cendekia dan mandiri.” Beliau beralasan karena pendidikan karakter profetik merupakan langkah awal membentuk karakter bangsa yang bermoral kenabian. Di mana melalui ospek ini dapat menjadi gerbang munculnya benih-benih manusia yang berkarakter profetik. Dengan demikian ospek merupakan fasilitator sekaligus lingkungan pendukung dalam pembentukan profetik tersebut.
OSPEK Fise juga berupaya menginternalisasi profetik ke maba. “Tujuan dari tema ospek ini agar pendikan profetik dapat terinternalisasi ke maba FISE. Intelektual berarti kecerdasan untuk bangsa. Bernurani artinya mempunyai kecerdasan spiritual agar dapat melakukan aktivitas dengan hati nurani. Serta kontributif dimaksudkan agar berkontribusi sesuai potensi dimiliki maba”, terang Ayu, Koordinator Lapangan Ospek Fise.
OSPEK FMIPA yang juga mengusung tema profetik bila ditinjau dari segi acara tidak jauh berbeda dengan tahun lalu hanya saja untuk pemberian materi lebih ditekankan pada intelektualnya. Seperti pemberian materi dengan tema “Menjadi Pembelajar Sukses” dan diadakannya “Diskusi Sains”.
Namun ada yang berbeda di FMIPA jika ditinjau dari segi sistemnya. “Ada beberapa kemajuan yakni pembuatan website OSPEK MIPA (www.ospekmipa.webs.com). Di web itu memuat lagu-lagu Ospek, artikel-artikel, dan daftar kelompok serta info ospek lainnya. Hal ini diharapkan memudahkan maba dalam mengakses informasi tentang ospek”, ujar Dhariska, SC Ospek FMIPA.
Di tingkat jurusan, Hastin, Mahasiswa TI 2009, panitia OSPEK jurusan Elektronika dan Informatika juga mencantumkan tema profetik di dalamnya, “Menjadi Barometer Mahasiswa Teknik Profesional yang Berkarakter Profetik dengan Jiwa Cemani Sesuai dengan Perkembangan Teknologi”. Hastin berharap agar lulusan UNY nantinya akan melahirkan generasi pendidik yang baik seperti yang terkandung dalam pendidikan profetik.
Hima Elektro juga menerapkan tema profetik. Temanya “Dengan semangat pemuda mari kita wujudkan generasi profetik yang bernurani, cendekia, dan mandiri”. Mengenai kegiatannya, Fadlur Rahman, ketua panitia Ospek Hima Elektro mengatakan kegiatan ospek diisi dengan motivasi, etika mahasiswa, dan games.
Namun hal ini sepertinya berbeda dengan tema ospek FBS UNY, “Dengan Ospek FBS 2010 mewujudkan mahasiswa FBS yang cerdas, kreatif dan religius, alasannya tema tersebut merupakan interpretasi dari visi UNY, Cendekia (menjadi cerdas), Mandiri (menjadi kreatif) dan Bernurani (menjadi religius).” Habibi, ketua ospek FBS menuturkan bahwa beliau merasa kesulitan mengaplikasikan tema profetik, “Kami merasa kesulitan mengaplikasikan tema profetik. Sehingga tidak mau mengusung tema yang nantinya hanya sebatas kata-kata. Kami mencoba menerapkan ontime dan humanis. Ontime dan humanis sendiri menurut kami termasuk didalam nilai religius”.
Menanggapi hal ini, ketua ospek Universitas, Diar Rosdyana tidak begitu mempermasalahkan tema ospek FBS yang tidak mencantumkan profetik di dalamnya, karena sudah dianggap berkaitan dengan tema profetik, “Sebenarnya semua tema fakultas berkaitan dengan profetik, walaupun FBS tidak mencantumkan kata profetik dalam Ospek, tapi tetap berkaitan kok. Kami sudah berkoordinasi yang penting adalah esensi dari tema itu”, tutur Diar.[]
M. AZKA RAMADHAN
(Imaroh Syahida, Nurhayati Budiyanti).
Jurnalis Remapost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar