Selasa, 17 Agustus 2010

Headline Ospek Hari ketiga--DISPLAY UKM 2010; FBS TELAT MAKAN, TIM P3K KEWALAHAN Oleh Vico L. Ipmawan

Siapa sangka acara Display UKM 2010 menelan banyak korban. Pembukaan meriah yang ditandai dengan pemanahan balon oleh Rektor UNY, Rochmat Wahab berujung pada keributan dalam GOR kebanggaan UNY itu. Keributan yang terjadi di penghujung acara itu bermula saat Maba dari FBS dan sebagian FT belum mendapat jatah makan siang. Jatah siang terlambat datang 2,5 jam dari jadwal. Sekitar pukul 14.00 WIB konsumsi sudah datang, tetapi hanya berjumlah 300 bungkus.
Konsumsi acara Display UKM sendiri dipegang oleh panitia Display 2010 yang merupakan gabungan dari UKM se-UNY di bawah naungan FK UKM (Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa).
“Sebelumnya untuk mencegah para Maba kelaparan, panitia Ospek FBS telah menyiasati dengan memberikan snack yang seharusnya di drop untuk besok pagi”, ujar Nuniawati, Mahasiswi PLS 06 yang juga anggota DPM universitas di stan advokasi depan GOR.
Alhasil karena kejadian tersebut para Maba FBS berjatuhan sakit dan pingsan. Korban berpuluh-puluh orang, bahkan beberapa ada yang dibawa ke rumah sakit. Tim P3K dari masing-masing fakultas dan KSR tampak kewalahan dan kelelahan. Kebanyakan korban jatuh sakit dan pingsan dikarenakan makanan yang terlambat datang. Salah satu Panitia Ospek FBS mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pendistribusian yang tidak tepat waktu.
Suasana menjadi makin tidak kondusif apalagi ditambah hawa panas dan ruangan berasap. Asap dihasilkan oleh display dari UKM UKKI yang menyalakan kembang api dan UKM MENWA Pasopati yang melempar seperti bom asap dengan skala kecil. “Asap yang ada dari hasil display membuat suasana makin parah di lantai tiga”, ucap Vera W, koordinator tim P3K FT. Hal senada diungkapkan oleh Isnaini Mukaromah, panitia Ospek FIP di sela-sela kesibukannya menolong maba FIP yang sesak nafas. Isnaini menyatakan bahwa asap menjadi penyebab tambahan.
Panitia Display saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Yohanes (koordinator konsumsi) mengadakan perjanjian dengan Suwida Nursaleh (wakil ketua Display). Perjanjian tersebut tertulis hitam di atas putih bermaterei). Suwida menyanggupi akan mampu menyediakan 3000 bungkus nasi. Pukul 10.30 nasi dijanjikan akan sampai di GOR. Namun Yohanes sendiri mengaku belum mendapat keterangan dari Suwida tentang masalah tersebut karena sampai pukul 16.00 Suwida tidak terlihat di GOR. Rencananya pada hari keempat panitia display akan datang ke FBS untuk meminta maaf kepada FBS.

FBS Mogok?
Sempat muncul isu FBS hari ini meliburkan diri menurut keterangan beberapa Maba yang sempat ditemui Remapost menyebutkan panitia Ospek FBS kurang berkenan karena tidak dimanusiakan setelah insiden pendistribusian makanan yang molor. Remapost sendiri kesulitan mendapat keterangan dari para panitia FBS karena panitia FBS menolak memberikan konfirmasi.
Simpang siur kabar terkait liburnya Ospek FBS terjawab malam harinya di facebook BEM FBS. Ospek FBS memang libur tetapi Maba diminta berangkat pukul 09.00 WIB untuk makan-makan, sebab catering sudah terlanjur dipesan oleh panitia pada hari itu. Adapun bunyi pesan singkat di facebook BEM FBS tersebut sebagai berikut: “Buat Maba, diumumkan bahwa BESOK Rabu tidak ada kegiatan OSPEK!! Tapi ada pesta makan bersama dengan panitia. DOn't miss it, ya, Jam 9! jangan lupa membawa co-card!! Thank you. Salam sendok Bebek!!!”.
Memang wajar jika panitia Ospek FBS kurang berkenan sebab setelah acara display usai, mereka masih harus sibuk mengurusi maba yang jatuh sakit. PKM tiba-tiba menjadi penuh dengan sekian maba yang sakit. Bahkan ketika maba berkumpul untuk diberi arahan di FBS masih ada maba yang pingsan.

Display UKM Sesuai Tema, Sudahkah?
Ketua Display UKM, Alim Kafabillah, menuliskan tema display pada Katalog UKM tahun ini adalah “Implementasi Multikultural Menuju Insan Kreatif Berkarakter Profetik”. Ditambahkan pula, implementasi untuk dapat menerapkan, bukan sekedar wacana. Berkarakter kemudian ditekankan pada keunikan setiap individu sesuai dengan sifat profetik seperti: benar, dapat dipercaya, cerdas, dan baik berperilaku.
“Saya menyayangkan penampilan tim hoki perempuan yang memakai rok di atas lutut” Ungkap Adnan Habibulloh, ketua BEM FMIPA. Memang penampilan tim hoki perempuan kemarin saat display menggunakan rok mini. Meskipun ada pula yang memakai legging untuk rangkapan.
Peristiwa ini sempat membuat Maba FIK meneriaki dengan teriakan nakal ke arah pemain yang memakai rok mini tersebut. “Harapanya untuk tahun depan tim hoki perempuan memakai pakaian yang lebih baik, dulu kan pernah penampilan tari yang pakai kemben, trus sekarang di dobeli dengan pakaian yang mirip warna kulit. Harapannya tim hoki meniru. Memang sih tidak semua orang berpendapat seperti saya, setiap orang mempunyai persepsi berbeda” lanjut Adnan.
Meski mengusung tema implementasi profetik, Display UKM 2010 masih diwarnai acara yang kurang sesuai dengan tema seperti jingkrak-jingkrak ala dugem. Hal ini juga ditanggapi Maba sebagai penampilan yang kurang baik sehingga diharapkan berikutnya lebih baik. “Penempatan mahasiswa untuk menyaksikan dan cara menampilkan UKM harus lebih baik”, ujar Fani, mahasiswa D3 Elektro FT.
Rektor UNY dalam sambutan pembukaan juga menerangkan bahwa moralitas adalah ikon UNY. Apapun UKM-nya, maka tunjukan siapa kita. Tunjukkan kita semua adalah Mahasiswa UNY yang berkarakter profetik.
Ditemui dalam lain kesempatan, Ketua Forum Komunikasi UKM, Cahyo Purnomo Edi, yang juga mahasiswa AKP 06 menilai cara berpakaian yang kurang beretika dan jingkrak-jingkrak ala dugem merupakan sebuah bentuk totalitas mereka dalam menampilkan UKM-nya masing-masing. “Tujuan mereka adalah menghibur, menurut saya adalah sebagai wujud totalitas mereka ketika tampil, contoh jika harus menampilkan aksi teatrikal seperti gembel,maka harus benar-benar menjadi seorang gembel” ungkap Cahyo.[]


VICO LUTHFI IPMAWAN
(Imaroh, Nurhayati, M. Azka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar