Jum’at (4/6) di Student Centre UNY lantai 3 berlangsung acara Seminar Anti Rokok. acara yang diselenggarakan oleh Departemen Sospol BEM FT dan BEM REMA UNY ini menghadirkan tiga pembicara yang masing-masing akan membahas sudut pandang rokok dari tiga perspektif. Pembicara pertama yaitu Prof.Yunahar Ilyas. Profesor yang juga seorang ustad ini menjelaskan pandangan umum tentang rokok dalam perspektif agama. Agama melalui fatwa MUI telah jelas mengharamkan rokok karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Beliau juga menambahkan apabila orang mengaku sudah punya adab beragama, maka jauhilah rokok!
Pembicara yang kedua yaitu Pak Joko Pekik. Dosen FIK UNY ini menjelaskan bahaya rokok melalui perpektif kesehatan. Untuk kesehatan, jelas rokok tidak ada manfaatnya. Bahkan 75% dari rokok yang dihisap itu mengandung penyakit bagi perokok pasif(orang sisekitar perokok) dan perokok aktif hanya 25% saja. Itu artinya, apabila kita merokok, kita juga menyakiti orang-orang disekitar kita.
Triyanto Puspito Nugroho selaku Mahasiswa juga pembicara ketiga dalam hal ini menyatakan pendapatnya tentang bahaya rokok dilihat dari sudut pandang mahasiswa itu sendiri. Sangat ironi melihat mahasiswa yang dikenal cerdas dengan intelektual tinggi tapi masih sangat banyak yang merokok. Salah satu penyebab meningkatnya konsumsi rokok di DIY yang mencapai 20%(Kompas) adalah kurangnya informasi tentang rokok keada mahasiswa. Dengan terselenggarakannya acara ini diharapkan penyadaran mahasiswa untuk berhenti merokok dan menciptakan suasana kampus yang kondusif untuk belajar dan bebas dari asap rokok.[Arum]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar