Kamis, 29 Juli 2010

Rema Highlight--DEKLARASI UNY ANTI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Jumat (25/6), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat UNY Anti Pornografi yang dikoordinasi oleh BEM REMA UNY melakukan Deklarasi di depan Rektorat. Mereka berjajar rapi dengan membawa rontek dan poster. Di depan barisan terbentang sebuah spanduk bertuliskan “Deklarasi UNY Kampus Anti Pornografi dan Pornoaksi”. Di atas spanduk itu mereka membubuhkan tanda tangan sebagai bukti komitmen melawan segala bentuk pornografi dan pornoaksi.
“Deklarasi ini merupakan sebuah sikap UNY sebagai kampus pendidikan yang peduli terhadap realitas sosial saat ini di mana kebebasan pers yang dibuka pemerintah telah disalahartikan. Persepsi yang salah bahwa pers bebas berarti boleh menampilkan foto-foto wanita atau pria berbusana minim, nyaris bugil, memuat cerita-cerita yang membangkitkan nafsu birahi dan gambar atau film yang mempertontonkan hubungan sex secara vulgar. Hal ini menyebabkan runtuhnya nilai-nilai moral dan agama”, jelas Korlap Deklarasi, Muhammad Asnan yang juga menjabat sebagai Menteri Sospol BEM REMA UNY.
Sebagai entitas organisasi mahasiswa di UNY yang notabene merupakan kampus pendidikan yang religius, mahasiswa UNY menyatakan sikap: (1) UNY adalah kampus anti pornografi dan pornoaksi, (2) Lawan segala bentuk media porno, dan (3) Galakkan pendidikan moral dan agama.
Setelah orasi, dilakukan pengecekan HP dan laptop pada beberapa mahasiswa yang ada di hall rektorat. Aksi ditutup dengan tanda tangan komitmen dan bagi-bagi stiker anti pornografi. [Nurhayati]

rema Highlight--TRAININGNYA PARA TRAINER PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Bertempat di Student Centre lantai 3 dalam tiga hari berturut-turut, Departemen Pelayanan Publik BEM REMA UNY bekerja sama dengan KPK menyelenggarakan Training pendidikan anti korupsi. Acara yang yang berlangsung mulai Sabtu, Minggu dan Senin(5, 6, 7/6) ini mempunyai sasaran khusus yaitu mahasiswa yang sedang menjalani KKN(Kuliah Kerja Nyata). Maraknya korupsi di Indonesia beberapa tahun belakangan ini membuat kita para mahasiswa harus bertindak. Salah satunya dengan mencegah korupsi itu sendiri dengan memberikan wawasan kepada masyarakat luas tentang bahaya korupsi. Diharapkan dengan training ini mahasiswa KKN yang akan terjun dalam masyarakat dapat memberikan wawasan langsung tentang bahaya korupsi kepada masyarakat tempat mereka KKN.
Susunan acara dan pembicara dalam tiga hari tersebut sama, hanya pesertanya yang berbeda, yaitu hari pertama untuk makasiswa KKN di SD dan SMP. Kemudian KKN di SMA atau sederajat di hari kedua. Dan di hari ketiga diperuntukkan bagi KKN dengan jurusan murni (non pendidikan). Untuk pagi hari pembicara yaitu Pak Ikhsan Fahmi dan Pak Adi dari KPK, memberikan wacana tentang pengenalan KPK, sistem kerjanya, perbedaan KPK dengan polisi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan KPK. Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan training pendidikan anti korupsi sebagai bekal sewaktu terjun langsung ke masyarakat. Disini diajarkan bagaimana membuat rencana /program yang disesuaikan dengan kondisi siswa atau masyarakat. Banyak inovasi yang di usulkan seperti program kantin kejujuran di Sekolah atau permainan tentang pendidikan anti korupsi. Semoga dalam praktiknya para peserta dapat membawa perubahan yang baik bagi masyarakat tempat mereka ditugaskan.[Arum]

Rema Highlight--BUKA MATA TERHADAP ROKOK

Jum’at (4/6) di Student Centre UNY lantai 3 berlangsung acara Seminar Anti Rokok. acara yang diselenggarakan oleh Departemen Sospol BEM FT dan BEM REMA UNY ini menghadirkan tiga pembicara yang masing-masing akan membahas sudut pandang rokok dari tiga perspektif. Pembicara pertama yaitu Prof.Yunahar Ilyas. Profesor yang juga seorang ustad ini menjelaskan pandangan umum tentang rokok dalam perspektif agama. Agama melalui fatwa MUI telah jelas mengharamkan rokok karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Beliau juga menambahkan apabila orang mengaku sudah punya adab beragama, maka jauhilah rokok!
Pembicara yang kedua yaitu Pak Joko Pekik. Dosen FIK UNY ini menjelaskan bahaya rokok melalui perpektif kesehatan. Untuk kesehatan, jelas rokok tidak ada manfaatnya. Bahkan 75% dari rokok yang dihisap itu mengandung penyakit bagi perokok pasif(orang sisekitar perokok) dan perokok aktif hanya 25% saja. Itu artinya, apabila kita merokok, kita juga menyakiti orang-orang disekitar kita.
Triyanto Puspito Nugroho selaku Mahasiswa juga pembicara ketiga dalam hal ini menyatakan pendapatnya tentang bahaya rokok dilihat dari sudut pandang mahasiswa itu sendiri. Sangat ironi melihat mahasiswa yang dikenal cerdas dengan intelektual tinggi tapi masih sangat banyak yang merokok. Salah satu penyebab meningkatnya konsumsi rokok di DIY yang mencapai 20%(Kompas) adalah kurangnya informasi tentang rokok keada mahasiswa. Dengan terselenggarakannya acara ini diharapkan penyadaran mahasiswa untuk berhenti merokok dan menciptakan suasana kampus yang kondusif untuk belajar dan bebas dari asap rokok.[Arum]

UNY, Kampus Profetik

Penetapan tema Implementasi Pendidikan Profetik Menuju Generasi Bernurani, Cendekia, dan Mandiri sebagai tema OSPEK UNY 2010 menuai banyak komentar ataupun tanggapan di kalangan mahasiswa UNY baik dari mahasiswa umum maupun panitia ospek. Secara garis besar, pendidikan profetik merupakan pendidikan dari keteladanan Nabi yang memuat 3 pilar yaitu nilai transendensi (keimanan kepada Tuhan),  humanisasi (memanusiakan manusia), dan liberasi (pembebasan dari kesewenang-wenangan).
Ditinjau dari hubungannya, pendidikan profetik dan UNY sebagai kampus pendidikan sangatlah berkaitan. Hal ini dapat disimak dari penuturan mahasiswa umum, Restu Prabawati, Pend. Biologi 07, “Kampus UNY adalah kampus pendidikan maka membutuhkan suatu karakter mengingat krisis moral sehingga melalui pendidikan profetik bangsa ini memiliki ciri khas”.
Pendapat Restu didukung Endah dari UKMP PLB 07, “Pendidikan karakter yang bersifat kenabian itu bisa menjawab tantangan zaman selama ini”, ujarnya.
Berbeda dengan Endah, Lucy sie humas dari kepanitiaan Ospek FIP menyatakan bahwa  beberapa pihak kontra dengan tema tersebut. “ Itu karena pendidikan profetik yang diwacanakan lebih menekankan pada salah satu agama, padahal tidak semua mahasiswa baru itu umat muslim,” katanya.
Ikhwal kenabian tersebut diperjelas oleh Ketua Ospek FISE, Ahmad Bachtiar Faqihuddin, “Profetik diambil dari kata prophet yang berarti kenabian. Di sini dimaksudkan bahwa tidak hanya Islam saja yang punya nabi, melainkan Kristen, Katolik juga punya nabi sehingga di sini tidak ada diskriminasi agama”.
Tema profetik dalam Ospek UNY 2010 ini mengacu pada visi misi UNY dan telah disetujui pihak rektorat. “Ospek memiliki peran strategis dalam rangka pembinaan mahasiswa agar mempunyai pikiran dan keterampilan menghadapi masa depan. Ospek menjadi salah satu strategi untuk menanamkan pendidikan karakter. Jadi ikon pendidikan karakter itu terletak pada implementasinya dengan tema Ospek yang mengacu pada visi misi UNY. Saya kira tema Ospek 2010 sudah linier, dari universitas mengusung pendidikan profetik”, jelas PR 3 UNY, Herminarto Sofyan.

Kesiapan panitia
Panitia Ospek memiliki peran mengimplementasikan pendidikan profetik dalam Ospek 2010. Sebagai konsekuensi logis, kepahaman serta kesiapan panitia menjadi ihwal urgen dalam implementasi tema. “Panitia OSPEK sebagai ujung tombak seharusnya memahami tema tersebut. Merekalah yang nantinya akan menyampaikan kepada mahasiswa baru. Yang paham dengan tema ini idealnya adalah seluruh panitia, bukan hanya ketua, sie acara ataupun pemandu. Dan hampir 50 % sudah paham”, ujar Diar Rosdayana, Ketua OSPEK Universitas,.
“Panitia OSPEK universitas bersama BEM REMA sudah melakukan beberapa tindakan. Yang pertama adalah menjelaskan tema tersebut kepada seluruh panitia. Mulai dari tingkat universitas sampai fakultas. Selain itu juga diadakan seminar nasional pendidikan profetik dan training pemandu OSPEK”, lanjutnya.
Dalam kepanitian Ospek FMIPA dipersiapkan kepahaman mengenai profetik. Ketua Ospek FMIPA, Rezkia Lukman, mengatakan,  “Kita mempersiapkan panitianya terlebih dahulu, koordinatornya diuji, pemandu dibekali dengan pengetahuan profetik, muatan materi diperkaya dan didalami serta melihat bagaimana menciptakan aturan seperti hukuman yang sesuai dengan tema. Sedangkan pemandu berusaha memberikan keteladanan di samping memahami makna pendidikan profetik sehingga bisa menjelaskan keprofetikan kepada maba dan mengembangkan potensi maba. Beberapa langkah konkret menggulirkan pendidikan profetik pada maba, dengan penerapan kedisiplinan pada panita sebelum nantinya akan membina maba, diadakan mentoring (keagamaan) masing-masing agama, membuat maba mudah merespon keadaan sosial di lingkungannya dan memberi penugasan yang bersifat mendidik”, terangnya panjang lebar.
Tak mau kalah dengan FMIPA, Ketua OSPEK FIK juga telah melakukan langkah konkret dalam rangka internalisasi tema Ospek. “Keteladanan panitia yang setidaknya mengikuti perilaku Rasulullah SAW, seperti mengucap salam dan sholat tepat waktu, melalui media (buletin) dari FIK, buku kecil yang isinya berupa hal-hal yang mengarah pada pendidikan profe-tik, dicetak dengan kemasan yang menarik agar tidak diabaikan begitu saja, dan buku panduan FIK UNY yang di dalamnya ada muatan pendidikan profetik”, jelas Ngadino terkait langkah pencerdasan profetik yang diambil panitia.

Idealisme dalam ospek
Kembali, tahun 2010 ini Ospek tak semata pengenalan, namun ada idealisme yang akan dibangun, mengacu pada karakter ospek fakultas masing-masing. Dengan mengangkat tema Pendidikan Profetik, Ospek mengarahkan mahasiswa terhadap jati diri yang baru.“Bagaimana membentuk mahasiswa yang bisa jadi panutan dan teladan. Tidak hanya mahasiswa yang biasa-biasa saja“. Demikian penjelasan Ketua Ospek FISE Ahmad Bachtiar Faqihuddin mengenai idealisme yang dibangun di Ospek 2010.
Idealisme Ospek disesuaikan dengan pendidikan karakter profetik yang dibangun di UNY. Mahasiswa harus memiliki pekerti yang baik. ”Pihak panitia akan mengkondisikan lingkungan yang mencerminkan profetik, agar nilai profetik tersampaikan pada mahasiswa,” kata Erna, koordinator sie acara Ospek FIK. Ketua Ospek FIK, Ngadino, menambahkan ”Paling tidak dapat memasukkan nilai-nilai keolahragaan seperti sportifitas dan perjuangan. Yang berhubungan dengan visi-misi UNY hanya sebatas pendidikan profetik”.
Idealisme ospek mengacu pada visi-misi UNY, dikatakan oleh Rezkia Lukman, ketua panitia Ospek FMIPA, bahwa Ospek membentuk mahasiswa yang bernurani, cendekia, dan mandiri.
Sedangkan FBS tidak berbicara idealisme, berdasarkan keterangan ketua Ospek FBS, Habibie. “Tidak ada idealisme yang dibangun dalam Ospek FBS.“ Panitia ospek FBS mengacu pada arti kata ospek sendiri, yaitu orientasi dan pengenalan dengan mengenalkan lingkungan FBS pada khususnya. “Buat apa membawa tema tetapi nantinya malah maba tidak tahu menahu di mana tempat parkir FBS, ruang kelas, dan bagaimana sistem pendidikan di kampus FBS,” ungkapnya.
Panitia FIP memahamkan pada pendidikan berlandaskan religius dan humanis, seperti penjelasan koordinator acara Ospek,  Muhammad Iqbal. “Kita lebih pada humanisasi, liberasi dan transendensi, karena kita FIP dan yang kita didik adalah manusia. FIP juga mencetak guru peradaban yang integral, dan profetik telah mencakup segalanya khususnya untuk guru yng integral”, terangnya.[]

ISTI HARDIYANTI DAN IMAROH SYAHIDA
(Azka, Wahyu, Linda, Ela, Vinda, Ajeng, Suci, Arum, Ika, Vico, Laras)